Bip-bip, bip-bip, bip-bip! Jam alarm Anda berbunyi untuk membangunkan Anda memulai hari. Seperti kebanyakan orang, Anda mungkin ingin mengambil KOPI pagi Anda. Selama musim dingin, Anda mungkin menderita flu dan batuk.
Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya "Apakah kopi buruk untuk batuk dan flu?"
Flu, yang merupakan infeksi ringan di hidung dan tenggorokan, disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus. Rhinovirus adalah penyebab paling umum, bertanggung jawab atas 10 hingga 40 persen kasus flu. Selain itu, virus corona dan virus pernapasan syncytial (RSV) juga menjadi salah satu virus umum yang menyebabkan flu.
Batuk adalah gejala umum dari flu. Beberapa ahli menyarankan untuk menghindari kopi saat flu. Mari kita cari tahu - apakah kopi buruk untuk batuk dan flu?
Jenis kopi apa yang buruk untuk batuk dan flu?
Untuk mencoba menjawab pertanyaan ini, pertama-tama Anda perlu memahami apakah kopi buruk untuk batuk dan flu!
Penyakit ringan seperti flu biasa memang umum terjadi dan dapat mengganggu performa seseorang. Flu juga dapat membuat Anda mengambil cuti kerja.
Apakah kopi buruk untuk flu?
- Penurunan kewaspadaan dan melambatnya kecepatan psikomotorik sering dikaitkan dengan flu biasa. Menurut beberapa penelitian, efek flu berkurang secara signifikan dengan kopi berkafein.
- Kopi, baik berkafein maupun tanpa kafein, telah terbukti meningkatkan kewaspadaan dan tugas psikomotorik pada orang yang sedang flu.
- Selain itu, kopi panas memberikan efek melegakan saat kedinginan karena meningkatnya rangsangan pada saraf sensorik.
Jadi, dapat dikatakan bahwa secangkir kopi panas berkafein dapat membantu meringankan gejala flu dan tidak buruk untuk flu jika Anda ingin menghindari melewatkan tugas-tugas penting.
Apakah kopi buruk untuk batuk?

Batuk biasanya muncul bersama flu atau penyakit pernapasan lainnya. Batuk pasca infeksi persisten (PPC) adalah batuk yang berlangsung selama lebih dari tiga minggu setelah flu biasa atau infeksi saluran pernapasan virus lainnya.
Madu telah direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pengobatan yang mungkin untuk batuk, gejala flu, dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) karena dapat menenangkan tenggorokan.
Sebuah studi mengevaluasi efek kombinasi madu dan kopi dalam mengobati pasien dengan PPC.. Studi ini menunjukkan bahwa kombinasi madu dan kopi ini efektif untuk mengobati PPC dalam waktu singkat. Jadi, jika Anda ingin merasa lebih baik saat batuk, kopi madu yang manis bisa menjadi minuman ideal Anda.
Kakao, teh, minuman cola, dan kopi semuanya mengandung kafein. Kafein memiliki efek antiinflamasi dan merangsang sistem saraf pusat (SSP). Metilksantin, seperti kafein dan teofilin, juga dikenal sebagai obat bronkodilator, yang dapat membantu memudahkan pernapasan. Jadi, apakah kopi baik untuk flu dan batuk?
Kopi panas telah terbukti meringankan efek flu seperti penurunan kewaspadaan dan melambatnya performa tugas psikomotorik. Namun, jika dikonsumsi sendiri, kopi mungkin buruk untuk batuk. Artikel ini membahas lebih lanjut mengapa kopi buruk untuk batuk.
Mengapa kopi buruk untuk batuk dan flu?
Saat mengalami batuk dan flu, Anda mungkin merasa tidak nyaman. Melakukan tugas-tugas kecil sehari-hari mungkin bisa terasa sangat berat. Istirahat dan tidur yang cukup merupakan cara terbaik untuk membantu diri Anda pulih dari batuk dan flu.
- Karena kopi, baik berkafein maupun tanpa kafein, dapat meningkatkan kewaspadaan, sehingga kopi bisa saja mengganggu waktu istirahat atau tidur Anda.
- Meskipun kafein memiliki beberapa poin positif seperti efek antiinflamasi, kafein dapat menyebabkan tenggorokan menjadi kering, yang justru memicu batuk. Hal ini menjawab pertanyaan, "Apakah kafein buruk untuk batuk?"
- Batuk berkepanjangan dapat disebabkan oleh penyakit refluks gastroesofageal (GORD), yang ditandai dengan asam lambung yang bocor ke tenggorokan dan mengiritasinya.
- Membatasi minuman yang mengandung kafein hingga satu atau dua cangkir per hari dapat membantu mengurangi gejala refluks.
Apakah kopi bisa menyebabkan batuk? Ya, sampai batas tertentu.
Teh, kopi, dan minuman ringan semuanya mengandung kafein. Kafein dan alkohol membuat Anda dehidrasi, yang merugikan saat mencoba mengobati flu. Keduanya dapat membuat lendir menjadi lebih kental dan memperburuk batuk.
Dibandingkan minuman lain, bagaimana dampak kopi terhadap batuk dan flu?
Minuman panas dapat membantu merasa nyaman saat flu biasa dengan merangsang saraf sensorik. Penelitian menunjukkan bahwa minuman berkafein panas lebih efektif dibandingkan minuman panas lainnya. Teh dan cola mengandung kafein dan dapat menghasilkan efek menguntungkan yang sama jika diminum sebagai minuman panas.
Terkait batuk, mengonsumsi 1 atau 2 cangkir minuman berkafein seperti teh atau kopi mungkin baik untuk batuk. Jika Anda bertanya-tanya, "Bisakah saya minum kopi saat batuk?", kini Anda sudah tahu jawabannya.

Pilihan pengobatan jika kita minum kopi saat pilek dan flu
Kopi terbukti dapat membuat Anda merasa lebih baik saat flu dengan meningkatkan kewaspadaan dan merangsang saraf sensorik, sehingga tidak memerlukan perawatan.
Jika Anda merasa gejala semakin memburuk setelah minum kopi saat flu, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda.
Pengobatan rumahan
- Minum kopi saat batuk dapat memperburuk kondisi karena risiko refluks dan lendir yang lebih kental. Sebaiknya batasi konsumsi kopi hingga 2 cangkir sehari dan tetaplah terhidrasi dengan air putih dan cairan lainnya.
- Minum cukup cairan akan membantu mencegah lapisan tenggorokan dan hidung mengering, sehingga lendir tetap basah dan mudah dikeluarkan dari hidung.
- Banyak pengobatan alami untuk flu telah dipromosikan, termasuk echinacea, eucalyptus, bawang putih, madu, lemon, mentol, zinc, dan vitamin C.
Pengobatan medis
Menggunakan obat-obatan yang dijual bebas dapat memberikan kelegaan sementara, tetapi Anda harus meminumnya hanya atas saran dokter. Dekongestan, antihistamin, atau kombinasi keduanya dapat digunakan untuk meredakan hidung tersumbat, batuk, dan keluarnya lendir dari hidung.
Sebaiknya Anda berbicara dengan penyedia layanan kesehatan untuk semua jenis saran medis.
Alternatif kopi saat batuk dan flu?

Berikut beberapa alternatif kopi yang bisa Anda coba saat mengalami batuk dan flu:
- Teh Matcha: Terbuat dari daun tanaman Camellia sinensis, teh matcha kaya akan antioksidan dan dapat meningkatkan daya ingat dan performa kognitif sekaligus mengurangi stres dan kecemasan.
- Susu Kunyit: Minuman tradisional India, susu kunyit mengandung kunyit, yang bersifat antiinflamasi. Kurkumin, yang ditemukan dalam kunyit, juga dapat membantu meningkatkan daya ingat dan fungsi otak.
- Air Lemon: Air lemon adalah pilihan menyegarkan dan menghidrasi serta kaya akan asam sitrat, Vitamin C, dan polifenol. Minuman ini menawarkan berbagai manfaat kesehatan, termasuk mengurangi kadar kolesterol dan mengurangi kelelahan.
Alternatif ini dapat memberikan kenyamanan dan mendukung kesehatan Anda selama masa pemulihan dari batuk dan flu.
Kesimpulan
Hampir setiap orang pernah mengalami flu, yang sering kali diikuti oleh batuk. Saat merasa tidak enak badan, Anda mungkin ingin meminum secangkir kopi seperti biasa. Namun, tahukah Anda bahwa meskipun kopi dapat membantu meredakan beberapa gejala flu, kopi juga dapat memperburuk batuk karena sifatnya yang menyebabkan dehidrasi?
Kopi dapat meredakan beberapa efek flu tetapi dapat memperparah batuk karena khasiatnya yang dapat mendehidrasi. Membatasi konsumsi kopi hingga maksimal 2 cangkir per hari tidak akan memperburuk batuk dan flu. Kini Anda telah mendapatkan jawaban atas pertanyaan, “Apakah kopi buruk untuk batuk dan flu?”
Anda juga dapat mencoba alternatif kopi seperti teh matcha, susu kunyit, dan air lemon saat mengalami batuk dan flu. Tetap terhidrasi dan jaga kesehatan!
Meet our expert

Meet our expert
Blessing Ifunanya Maduelosi, a resident of Port Harcourt, Rivers State, Nigeria, is a committed healthcare professional with a profound passion for pharmacy. She has earned her Bachelor of Pharmacy degree (BPharm), solidifying her expertise in the field. Blessing's unwavering dedication to serving her community exemplifies her commitment to improving healthcare outcomes and ensuring the wellbeing of her fellow citizens.

How was the experience with article?
We'd love to know!